Selasa, 28 April 2015

Kasus Sistem Ekonomi Liberal di Indonesia



Bab I
Pendahuluan
          Sistem Ekonomi adalah suatu cara untuk mengatur dan mengorganisasi segala aktivitas ekonomi dalam masyarakat baik yang dilakukan oleh pemerintah atau swasta berdasarkan prinsip tertentu dalam rangka mencapai kemakmuran atau kesejahteraan.

          Menurut Gilarso (1992:486) sistem ekonomi adalah keseluruhan tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat (para konsumen, produsen, pemerintah, bank, dan sebagainya) dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagainya) sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis, dan kekacauan dapat dihindari.

         Sedangkan McEachern berpendapat bahwa sistem ekonomi dapat diartikan sebagai seperangkat mekanisme dan institusi untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi (what, how, dan for whom).

Ada berbagai macam sistem ekonomi di dunia ini diantaranya yaitu Sistem Ekonomi Tradisional, Sistem Ekonomi Sosialis, Sistem Ekonomi Liberal, Sistem Ekonomi Campuran dan Sistem Ekonomi Pancasila. Tentunya dari kelima macam sistem ekonomi tersebut terdapat perbedaan yang mendasar. Dan pada kali ini saya akan membahas mengenai sistem perekonomian liberal beserta contoh kasus perekonomian liberal di indonesia.
Sistem Ekonomi Liberal dikenal sebagai sistem ekonomi Kapitalis/Pasar. Sistem ekonomi liberal yaitu suatu sistem ekonomi dimana ekonomi tersebut diatur oleh kekuatan pasar ( permintaan dan penawaran), Sistem ekonomi liberal menghendaki adanya kebebasan individu melakukan kegiatan ekonomi. Sehingga dalam sistem perekonomian ini, setiap individu dalam melakukan tindakan ekonomi tidak mendapat campur tangan dari pemerintah, ini dikatakan sebagai suatu kondisi di mana pemerintah benar-benar lepas tangan dalam pengambilan keputusan ekonomi dalam istilah ekonomi disebut laissez-faire.  
Negara-negara yang menganut sistem ekonomi liberal adalah Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Belgia, Irlandia, Swiss, Kanada, dan Indonesia yang pernah menganut sistem ekonomi liberal pada tahun 1950-an.
Sistem Ekonomi Liberal memiliki beberapa ciri diantaranya yaitu :
1.      Motif mencari laba terpusat pada kepentingan individu
2.      Menerapkan sistem persaingan bebas
3.      Peranan pemerintah dibatasi
4.      Kegiatan selalu mempertimbangkan keadaan pasar
5.      Kedaulatan konsumen dan kebebasan dalam konsumsi
6.      Peranan modal sangat penting
7.      Masyarakat diberi kebebasan dalam memiliki sumber-sumber produksi
8.      Masyarakat terbagi menjadi dua golongan, yaitu golongan pemilik sumber daya
produksi dan masyarakat pekerja (buruh)
9.      Timbul persaingan dalam masyarakat, terutama dalam mencari keuntungan.

Kelebihan Sistem Ekonomi Liberal :
1.      Menumbuhkan inisiatif dan kerasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi, karena masyarakat tidak perlu lagi menunggu perintah dari pemerintah.
2.      Timbul persaingan semangat untuk maju dari masyarakat.
3.      Setiap individu bebas memiliki untuk sumber-sumber daya produksi, yang nantinya akan mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
4.      Efisiensi dan efektifitas tinggi, karena setiap tindakan ekonomi didasarkan motif mencari keuntungan.
5.      Mengahsilkan barang-barang bermutu tinggi, karena adanya persaingan semangat antar masyarakat.

Kekurangan Sistem Ekonomi Liberal :
1.       Terjadinya persaingan bebas yang tidak sehat.
2.      Banyak terjadinya gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu.
3.      Banyak terjadinya monopoli masyarakat.
4.      Masyarakat yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin.
5.      Pemerataan pendapatan sulit dilakukan, karena persaingan bebas tersebut.


  Bab II
Pembahasan
Contoh Kasus Perekonomian Liberal di Indonesia yaitu Freeport di Papua yang dikuasai Infestor asing dari Amerika.
PT. Freeport Indonesia (PTFI atau Freeport) adalah sebuah perusahaan pertambangan yang mayoritas sahamnya dimiliki Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. Perusahaan ini merupakan perusahaan penghasil emas terbesar di dunia melalui tambang Grasberg. Freeport Indonesia telah melakukan eksplorasi di dua tempat di Papua, masing-masing tambang Ertsberg (dari 1967 hingga 1988) dan tambang Grasberg (sejak 1988), di kawasan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Freeport-McMoRan berkembang menjadi perusahaan dengan penghasilan US$ 6,555 miliar pada tahun 2007.
Mining Internasional, sebuah majalah perdagangan, menyebut tambang emas Freeport sebagai yang terbesar di dunia. Freeport memperoleh kesempatan untuk mendulang mineral di Papua melalui tambang Ertsberg sesuai Kontrak Karya Generasi I (KK I) yang ditandatangani pada tahun 1967. Freeport adalah perusahaan asing pertama yang mendapat manfaat dari KK I. Dalam perjalanannya, Freeport telah berkembang menjadi salah satu raksasa dalam industri pertambangan dunia, dari perusahaan yang relatif kecil. Hal ini sebagian besar berasal dari keuntungan yang spektakuler sekaligus bermasalah yang diperoleh dari operasi pertambangan tembaga, emas, dan perak di Irian Jaya, Papua.
.         KK I dengan Freeport ini terbilang sangat longgar, karena hampir sebagian besar materi kontrak tersebut merupakan usulan yang diajukan oleh Freeport selama proses negosiasi, artinya lebih banyak disusun untuk kepentingan Freeport. Dalam operasi pertambangan, pemerintah Indonesia tidak mendapatkan manfaat yang proposional dengan potensi ekonomi yang sangat besar di wilayah pertambangan tersebut. Padahal bargaining position pemerintah Indonesia terhadap Freeport sangatlah tinggi, karena cadangan mineral tambang yang dimiliki Indonesia di wilayah pertambangan Papua sangat besar bahkan terbesar di dunia.
.
Selain itu, permintaan akan barang tambang tembaga, emas dan perak di pasar dunia relatif terus meningkat. Dengan kondisi cadangan yang besar, Freepot memiliki jaminan atas future earning. Apalagi, bila ditambah dengan kenyataan bahwa biaya produksi yang harus dikeluarkan relatif rendah karena karakteristik tambang yang open pit. Demikian pula emas yang semula hanya merupakan by-product, dibanding tembaga, telah berubah menjadi salah satu hasil utama pertambangan. Freeport sudah sejak lama berminat memperoleh konsesi penambangan tembaga di Irian Jaya.
KK I Freeport disusun berdasarkan UU No 1/67 tentang Pertambangan dan UU No. 11/67 tentang PMA. KK antara pemerintah Indonesia dengan Freeport Sulphur Company ini memberikan hak kepada Freeport Sulphur Company melalui anak perusahaannya (subsidary) Freeport Indonesia Incorporated (Freeport), untuk bertindak sebagai kontraktor tunggal dalam eksplorasi, ekploitasi, dan pemasaran tembaga Irian Jaya. Lahan ekplorasi mencangkup areal seluas 10.908 hektar selama 30 tahun, terhitung sejak kegiatan komersial pertama. KK I mengandung banyak sekali kelemahan mendasar dan sangat menguntungkan bagi Freeport dan segelintir orang yang duduk dikursi kekuasaan.


Bab III
Analisa Masalah
Freeport memperoleh kesempatan untuk mengeksplorasi mineral di Papua melalui tambang Ertsberg sesuai Kontrak Karya Generasi I (KK I) yang ditandatangani pada tahun 1967. Freeport adalah perusahaan asing pertama yang mendapat manfaat dari KK I. Dalam perjalanannya, Freeport telah berkembang menjadi salah satu raksasa dalam industri pertambangan dunia, dari perusahaan yang relatif kecil. Hal ini sebagian besar berasal dari keuntungan yang spektakuler sekaligus bermasalah yang diperoleh dari operasi pertambangan tembaga, emas, dan perak di Irian Jaya, Papua.
Dalam KK 1 bisa dikatakan freeport lebih banyak mendapat keuntungan karena hampir sebagian materi kontrak yang dibahas merupakan usulan yang diajukan oleh freeport. Selama operasi pertambangan pemerintah tidak mendapat keuntungan yang maksimal di wilayah tersebut. Padahal freeport dapat menjadi industri yang besar karena mendapat kesempatan untuk mengeksplorasi kekayaan alam di tanah papua. Telah sekian lama pemerintah menutup mata terhadap kebebasan pihak asing mengeksplorasi kekayaan indonesia serta kerusakan alam yang sudah di akibatkan oleh pertambangan tersebut.
 Selama 42 tahun beroperasi, Freeport telah merusak tak hanya wilayah pegunungan Grasberg dan Ertsberg, tetapi telah mengubah bentang alam seluas 166 km persegi di daerah aliran sungai Ajkwa, serta mencemari perairan di muara sungai dan mengontaminasi sejumlah besar jenis makhluk hidup dan mengancam perairan dengan air asam tambang berjumlah besar. Di wilayah operasi Freeport, sebagian besar penduduk asli berada di bawah garis kemiskinan dan terpaksa hidup mengais emas yang tersisa dilimbah Freeport.  Di tanah sendiri kaum lemah harus merasakan kesulitan walaupun di tanah mereka memiliki banyak sumber daya alam melimpah, sementara kaum pemilik modal (kapitalisme) memiliki kekuasaan untuk mengeksplorasi sumber daya alam tesebut.
Sejak ditandatanganinya KK I, alur hidup suku Amungme, Kamoro, Dani, Nduga, Damal, Moni, dan Mee (Ekari) berlangsung surut. Kerusakan lingkungan sebagai bentuk destruktif aktivitas penambangan mengancam sumber alam bangsa semakin meningkat. Dari tahun ke tahun Freeport terus mereguk keuntungan dari tambang emas, perak, dan tembaga terbesar di dunia, dan memberikan pendapatan yang tidak sebanding bagi negara. Ketika suatu pihak memiliki modal besar maka ia memiliki kesempatan untuk merauk keuntungan sebesar - besarnya tanpa memikirkan orang lain yang menderita.
Sistem liberal ini  dapat terjadi di Indonesia dikarena kurang tegasnya pemerintah indonesia terhadap pihak swasta yang memiliki usaha di negara ini. Tanpa adanya campur  tangan dari pemerintah maka pihak kapitalis akan semakin kuat sementara pihak yang lemah akan semakin tertindas. Pihak kapitalis pun akan semakin mengambil keuntungan sebesar mungkin. Jika hal ini terus terjadi maka kesenjangan ekonomi akan semakin terlihat. Dari Sistem liberalisme ini jelas terlihat akan memberikan keuntungan bagi pihak yang memiliki kekuatan dan modal yang besar dalam mengelola sumber daya yang ada, misalnya pertambangan di freeport yang sangat merugikan Papua dan tentunya juga Indonesia.
Tambang freeport merupakan salah satu contoh sistem ekonomi liberal di indonesia. Dikatakan demikian sebab, freeport memiliki kewenangan untuk mengeksplorasi kekayaan alam di tanah papua. Pihak asing memiliki kemampuan tersebut dikarenakan mereka lebih mampu serta memiliki sumber daya manusia dan modal serta teknologi yang canggih jika dibandingkan dengan Indonesia. Hal ini juga yang bisa menyebabkan pemerintah Indonesia kurang tegas dalam menghadapi masalah ini. Freeport dikenal banyak memberikan dampak negatif kepada indonesia khususnya penduduk papua. Dapat terlihat dari penduduk di sekitar pertambangan masih banyak yang hidup kekurangan.
Untuk dapat mengurangi kerugian yang dialami Indonesia pemerintah bisa melakukan beberapa cara seperti pemerintah harus lebih tegas terhadap pihak asing yang melakukan usaha di indonesia bukan hanya freeport, pemerintah harus mempertegas bentuk kerja sama yang dilakukannya dengan pihak asing jangan sampai justru membuat Indonesia merasa dirugikan, pemerintah pun bisa membuat peraturan mengenai lingkungan hidup supaya segala jenis usaha yang dilakukan tetap memperhatikan kelestarian alam Indonesia, serta membatasi  dan mengontrol aktivitas pertambangan di indonesia supaya pihak asing tidak sewenang – wenang mengeruk kekayaan indonesia.

Kesimpulan
Sistem Ekonomi Liberal tidak cocok di terapkan di Indonesia karena sistem ini membuat kaum pemilik modal semakin kaya sedangkan kaum bawah semakin tertindas. Ini dikarenakan Sistem Ekonomi Liberal lebih mengutamakan kepentingan individu. Misalnya Freeport yang merupakan salah satu kasus Sistem Ekonomi Liberal di Indonesia. Freeport merupakan industri milik pihak asing yang melakukan kerjasama di Indonesia. Freeport mengambil kekayaan alam di tanah papua berupa emas, tembaga serta perak yang permintaan di pasar dunia semakin meningkat sehingga mengakibatkan pihak asing tersebut semakin makmur. Sedangkan rakyat papua yang meninggali tanah tersebut masih banyak yang hidup serba kekurangan.
 Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan ketidakmampuan bangsa Indonesia mengolah sumber daya alam yang tersedia sehingga pihak asinglah yang mengelolanya. Untuk itu, supaya Sistem Ekonomi Liberal tidak diterapkan di Indonesia maka seharusnya pemerintah lebih tegas serta ikut serta dalam kegiatan perekonomian supaya perekonomian di Indonesia dapat terkontrol.




Daftar pustaka

Morgenthau, j, Hans (1990). Politik antarbangsa. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia
Shapiro, ian (1986). Evolusi Hak dalam Teori Liberal. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia
http://saniffa.wordpress.com/2009/12/23/sistem-ekonomi-liberal/
http://kapaupau.blogspot.com/2013/06/tinjauan-terhadap-masalah-pada-pt.html
http://papua-elkace.blogspot.com/2011/11/sejarah-dan-kebobrokan-pt-freeport.html

Rabu, 10 Desember 2014

Rahasia Korea Sebagai Tolok Ukur Perekonomian Bangsa di Dunia

 Pendahuluan
Pada era globalisasi saat ini, banyak memberikan dampak positif dalam melakukan segala, misalnya saja dalam kegiatan perekonomian sebab dengan adanya globalisasi memberikan kemudahan bagi suatu negara untuk melakukan bisnis ke berbagai penjuru dunia.Karena dengan adanya globalisasi negara – negara di dunia mulai melakukan pergadangan ke negara lain, dengan menggunakan melalui jalur laut, udara maupun darat.Semakin berkembangnya era globalisasi kegiatan perekonomian menjadi semakin canggih lagi karena bisa dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas internet.
Sering kali, kesuksesan suatu kegiatan perekonomian suatu negara  dijadikan sebagai tolok ukur Negara lain untuk menentukan maju atau tidaknya kah negara tersebut dan dapat menjadi motivasi bagi negara lain untuk mengikuti jejak kesuksesan negara tersebut. Selain itu, keberhasilan perekonomian suatu negara juga di pengaruhi oleh kebudayaan yang diterapkannya dalam melaksanakan berbagai kegiatan ekonomi. Seperti halnya negaraKorea Selatan yang biasa di kenal denganKorea saja, yang saat ini telah menjadi tolok ukur berbagai  bangsa di belahan dunia dalam hal berbisnis.
NegaraKorea kini bisa menjadi tolok ukur kegiatan perekonomian bagi Negara – Negara lain tentunya karena Korea memiliki manajemen bisnis yang baik yang mana dapat di tinjau dari dimensi konseptual, teknis, akademik dan praktik (Cho. D. S., 1995).[1]Keberhasilan Korea Selatan dalam bidang perekonomian dapat dilihat dari kemampuannya dalam memasarkan berbagai macam produknya ke penjuru dunia. Sehingga kini Negara Korea sudah tak asing lagi bagi masyarakat di dunia.
Selain itu, keberhasilan yang telah dicapai negara Korea dalam berbagai bidang membuatnya menjadi negara yang saat ini telah mampu mengubah pandangan masyarakat di penjuru dunia mengenai negara tersebut, sebab tentunya tidak dapat di sangka bahwa Negara Korea yang pernah mengalami perang saudara dengan Korea Utara dan saat itu telah di katakan nyaris mengalami kehancuran, kini justru menjadi negara yang memiliki perkembangan yang sangat pesat dalam berbagai bidang.
Sementara itu, Korea selatan hanya membutuhkan waktu dalam hitungan dekade untuk membangun negerinya dan menjauhi jurang – jurang kemiskinan akibat perang.Sebab, bangsa Korea dikenal memiliki semangat baja.Walaupun dengan keadaan geografisnya yang kurang menguntungkan tetapi bangsa Korea telah mampu membuktikan dengan kekurangan tersebut tidak menghalangi semangatnya tersebut untuk mencapai cita – citanya dalam membangun negaranya tersebut.
Untuk itu, saya membuat makalah ini karena saya merasa tertarik dan ingin mengetahui rahasia – rahasia di balik kesuksesan yang tengah di rasakan oleh bangsa Korea sebagai suatu negara di Asia yangkini telah menjadi tolok ukur bangsa – bangsa di penjuru dunia.



Sejarah Korea Selatan


http://www.Korea.net


Negara Korea merdeka pada 15 Agustus 1948 yang saat itu memiliki jumlah penduduk sekitar 48 juta jiwa.Korea selatan mempunyai luas sekitar 99.274 km2 dengan pulau sebanyak 3.000 pulau.Akan tetapi,NegaraKorea di kenal sebagai Negara yang mempunyai keadaan alam yang indah.Korea selatan memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, sekitar 487,7 jiwa/km. kepadatan tersebut merupakan sepuluh kali lebih besar dari rata – rata dunia. Seoul merupakan kota yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 10 juta jiwa, selain itu disusul oleh busan dengan 3,6 juta jiwa, incheon dengan 2,7 juta jiwa, daegu dengan 2,5 juta jiwa penduduk, daejeon dengan1,5 juta jiwa, gwangju dengan 1,4 juta jiwadan suwon dengan 1,1 juta jiwa.[2]
Berbagai pendapat mengatakan raut wajah orang Korea mirip dengan raut wajah dari orang Jepang maupun orang Cina, karena raut wajah mereka yang mempunyai ke ciri khasan yang sama diantaranya dengan bentuk mata yang sipit serta warna kulit yang putih. Hal tersebut mungkin di karena orang Korea, jepang serta Cina memiliki nenek moyang yang sama. Akan tetapi, dari ketiga bangsa tersebut memiliki kebudayaan, bahasa, sejarah serta cara pandang hidup yang berbeda - beda.

Korea Selatan bukan lagi negara jarang di dengar oleh masyarakat di berbagai negara.Sebab warga negaraKorea mampu membuat masyarakat di dunia mengenal negara mereka dengan produk – produk yang mereka tawarkan. Misalnya saja produk yang terkenal di Koreaseperti Produk dalam bidang  perfilman, Musik yang sering kita dengar dengan kata “KPop”,Selain itu produk dari bidang perindustrian seperti pembuatan kapal, petrokimia, pembangunan jembatan, Kendaraan bermotor, sepatu, kain tekstil, mainan anak –anak, dan perangkat listrik serta elektronik.
Hasil produk negaraKorea pun dinilai dan disambut dengan baik oleh masyarakat dunia, sebabKorea mampu menampilkan sesuatu yang berbeda dengan negara lain.Misalnya dalam hal perfilman, negaraKorea lebih banyak menampilkan drama – drama Korea yang berkaitan dengan percintaan dan dari drama tersebut masyarakat di dunia mulai tertarik untuk mengenal serta memahami Korea lebih jauh. Selain itu, beberapa tahun lalu “Psy” seorang penyanyi, penulis lagu, rapper, penari, dan produser rekaman asalKorea itu memperkenalkan inovasi  baru dalam bidang musik yang saat itu sempat menjadi trending topik di media sosial dengan tariannya yaitu Gangnam Style. Gangnam Style ialah suatu tarian yang diiringi sebuah lagu dengan gerakan ala kuda berlari tersebut yang mampu menduduki peringkat teratas tangga musik di lebih dari 30 negara di dunia.[3]
Selain dari bidang perfilman dan Musik, NegaraKorea pun terkenal dengan hasil produknya dalam bidang perindustrian perangkat listrik dan elektronik seperti produk keluaran dari Samsung Group yang sempat menyaingi Apple pada tahun 2012.[4]Sebab harga dari produk Samsung di anggap lebih terjangkau oleh sebagian masyarakat di dunia, apabila dibandingkan dengan harga produk keluaran dari Apple yang mahal.Sementara itu, produk Samsung pun tak kalah bagus nya dengan produk Apple.
Selain itu, NegaraKoreapun terkenal memiliki tim sepak bola yang di segani oleh masyarakat dunia karena Korea pernah menduduki peringkat ketiga dalam Piala Dunia FIFA pada tahun 2002. Walaupun sebenarnya cabang olahraga bukanlah keahlian bangsa Korea tetapi berkat keberhasilan mereka menjadi juara, menunjukkan  perwujudan dan kesungguhan bangsa Korea dalam mencapai keberhasilan di berbagai bidang yang di gelutinya. Dan dari sikap bangsa Korea ini patut di ikuti oleh bangsa – bangsa lain dalam mencapai kesuksesannya.Karena kesuksesan itu bisa dating ketika kita mau dan mampu untuk belajar sesuatu yang baru dengan sungguh - sungguh.
Sehingga berkat  prestasi yang telah di raih bangsa Korea membuat negaranya semakin mendapat perhatian serta menjadi bahan pembicaraan di kalangan masyarakat dunia.walaupun, sebenarnya negaraKorea bukanlahnegara yang memiliki sejarah cerita yang terkenal di dunia, lain halnya dengan negara Jepang ataupun negara Cina yang sejarahnya sejak dulu sudah di kenal oleh berbagai macam bangsa di dunia.Akan tetapi,saat iniKoreatelah menunjukkan bahwa mereka mampumenjadi negara yang di pandang bahkan menjadi tolok ukur negaralain dalam melakukan kegiatan perekonomian tanpa harus memiliki sejarah yang terkenal di dunia.
                                                                                                                            
Rahasia Kesuksesan KoreaSelatan

http://www.Korea.net

        Sekitar tahun 1997, krisis keuangan dan ekonomi sempat melanda beberapa negara di dunia termasuk Korea Selatan, bahkan saat itu Korea dikatakan hamper mengalami kehancuran sehingga Negara tersebut harus berhutang kepada IMF untuk menutupi segala kebutuhan yang ada.Sejak saat itu, bangsa Korea mulai berusaha bekerja keras untuk mengembalikan kestabilan perekonomian yang ada di negaranya sekaligus berusaha membayar hutang – hutangnya kepada IMF.
         Dalam usahanya, Bangsa Korea di kenal memiliki semangat sekuat baja, selalu bersikap optimis dalam menghadapi berbagai masalah, bangsa yang giat bekerja serta mempunyai semangat patriotisme yang tinggi.Mereka juga di kenal memiliki semangat untuk maju dan berani bersaing serta selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik dan memimpin dalam berbagai bidang yang di gelutinya.
      Mereka dikenal bekerja tidak kurang dari 14-18 jam dalam seharinya, bahkan pekerjaan lembur bukan lagi hal yang aneh untuk mereka.[5]Mereka lebih banyak meluangkan waktu untuk bekerja dibandingkan dengan melakukan hal – hal yang tidak memberi keuntungan untuk negaranya. Sehingga bangsa Koreaberhasil dalam mengembalikan kestabilan perekonomian yang ada dengan saling bekerja sama.

      Dalam mengembalikan kestabilan perekonomiannya bangsa korea tentunya melakukan berbagai  upaya – upaya diantaranya yaitu dengan cara para perempuan menyumbangkan sebagian dari perhiasan yang mereka milikisementara para pria bekerja keras membanting tulang serta mengabdi kepada negara untuk melunasi hutang negaranya. Dengan berbagai upaya yang telah di lakukan oleh bangsa Koreadengan sungguh – sungguh tersebut tentunya menghasilkan sesuatu yang tidak sia – sia, hingga akhirnya Korea berhasil keluar dari krisis keuangan dan perekonomian yang saat itu melanda negaranya.
     Sampai pada tahun 2000, perekonomian di Korea berkembang dengan baik. Apabila di bandingkan dengan Negara – Negara lain. Saat itu, pertumbuhan perekonomian di Korea mencapai 10 persen sedangkan negaralain Nihil. Sehingga hal ini di anggap sebagai hal yang luar biasa untuk Negara Agraris tersebut yang kemudian telah berkembang menjadi Negara Industri.Tentunya pertumbuhan tersebut di peroleh berkat usaha serta kesungguhan yang mereka lakukan.
Berikut adalah data statistik pertumbuhan perekonomian Korea dalam berbagai bidang :




  keterangan :
 Primary ==> Agriculture
 Secondary ==>Manufakture
 Tertiary ==> Overhead Capital (Pengusaha)



          Menurut data The Economist, orang – orang Korea bekerja sekitar 2.200 jam per tahun, separuh lebih banyak dari orang Belanda dan Jerman. Selain itu, mereka pundi kenal sangat mencintai produk – produk buatan negerinya sendiri dibandingkan dengan produk buatan Negara lain.Di samping itu, ternyata produk mereka pun banyak di minati dan di sukai oleh masyarakat di dunia.Sehingga produk – produk mereka semakin memilki jumlah konsumen yang banyak.

          Menurut Cho, D.S (1995), secara keseluruhanperusahaan bisnis Korea menekankan pada aspekberikut:[6]
1.      keselarasan antar manusia, kesatuan kerjasama,pengabdian, ketekunan, keaslian, kreativitas dan pembangunan secara menyeluruh
2.      kejujuran,kepercayaan, efisiensi, kualitas dan tanggung jawab.
          Sebaliknya, rasionalitas, manajemen ilmiah dan pelayananbagi para pelanggan merupakan nilai-nilai yangkurang mendapatkan penekanan.Nilai-nilai ini sangatberlawanan dengan nilai-nilai yang dipegang perusahaanbarat yang menekankan pada originalitas,pengembangan, pelayanan terhadap pelanggan dantanggung jawab sosial sebagai ideologi manajemenyang unggul.[7]        
          Meskipun saat iniprestasi Korea telahberada pada tingkat yang menakjubkan ,akan tetapi rakyatnya tidak pernah merasa puas dengan keberhasilan tersebut dan selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik. Karena mereka beranggapan apabila mereka sudah cukup merasakan kepuasaan pada saat ini, kemudian hari mereka akan sulit untuk berkembang menjadi lebih baik lagi. Mereka pun selalu merasa kurang dan menyadari akan kekurangan mereka sehingga mereka selalu berusaha untuk menjadi lebih baik dan maju lagi dengan memanfaatkan peluang – peluang yang ada di negaranya.
          Meskipun Korea dikatakan bukanlah Negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah akan tetapi Korea mampu memanfaatkan sumber daya alam yang terbatas tersebut untuk membangun perekonomiannya dengan manajemen yang baik. Akan tetapi, Korea tidak kekurangan dalam hal sumber daya manusia sebab Korea memiliki sekitar 71 persen  penduduk berusia produktif (sekitar umur 15 – 64 tahun).
          Untuk itu, dengan segala kekurangan yang ada Korea harus mampu mengelola sumber daya manusia yang ada dengan sumber daya alam yang terbatas dengan strategi kerja yang baik.Tentunya untuk mengelola sumber daya yang terbatas dengan sumber daya manusia yang ada sangat membutuhkan menajemen yang baik. Dan ternyata Korea telah membuktikan bahwaKorea mampu mengelolanya dengan sebaik mungkin sehingga dapat menghasilkan produk – produk dengan kualitas yang baik  dan diakui di dunia.
Sementara itu, kesuksesan perekonomian bangsa Korea kebanyakan berasal dari sektor industri manufaktur sehingga Negara ini di kenal dengan Negara yang menghasilkan produk perangkat elektronik dan listrik, kemudian kendaraan bermotor, kimia, pembuatan kapal, pengolahan baja, kain, sandang, sepatu, dan pengolahan pangan.
          Selain itu, ajaran Konfusianisme dan Buddhisme pun ikut memberikan pengaruh terhadap kehidupan serta kesuksesan yang tengah dirasakan bangsa Korea.Yang mana Ajaran Konfusianismememberikan dampakdalam kehidupan sosial bangsa Korea bahkan telah dikatakan bahwa Konfusianismelebih berpengaruh dalam kegiatan perdagangan serta perekonomian.Oleh karena itu, penganut Konfusianismekebanyakan berasal dari kalangan pedagang dan pengusaha.Ide utama dari konfusius ialah mengelola Negara dengan moral. Ajaran tersebut telah mampu mendorong keberhasilan kelompok  Empat Naga Kecil Asia” yaitu Hongkong, Singapura, Taiwan dan Korea Selatan.
           Sementara itu, Ajaran Buddhisme memiliki hubungan yang erat dengan keberhasilan Korea dalam perekonomian sebab, Buddhisme memberikan sumbangan yang cukup bagi keberhasilan yang telah di capai.Selain itu, Buddhisme menekankan dan menyingkirkan kehidupan manusia untuk hidup berlebihan serta mengajarkan ketabahan dan kesabaran bagi penganutnya.Oleh sebab itu, banyak penganut Buddhisme yang meninggalkan materil ke duniawian karena mereka lebih mementingkan kehidupan setelah di dunia.
        Selain itu, bangsa Korea juga dikenal sebagai pemegang norma, budaya serta etika yang kuat. Hal tersebut juga berkaitan mengenai kesuksesan perekonomian Korea yang mana biasanya norma, budaya serta etika sering di lupakan oleh beberapa Negara dalam melakukan kegiatan perekonomian.
      Akibat dari kesuksesan yang telah di raih oleh bangsa Korea kini banyak para wisatawan yang mengunjungi NegaraKorea yang tentunya dari kunjungan wisatawan ini banyak memberikan income bagi NegaraKorea.Selian itu, banyak para pengusaha yang menanamkan modalnya di NegaraKorea karena mereka menganggap bahwa di Korea mereka mempunyai peluang yang besar untuk menjalankan bisnisnya.Selain itu, sejumlah pengusaha yang berinvestasi di Korea ternyata memiliki pandangan jauh ke depan dan berani mengambil resiko yang besar. Itulah yang membantu kesuksesan perekonomian di Korea.

       Awal mulanya Korea ialah sebuahnegara Agraris, namun kini negaraKorea berkembang menjadi Negara Industri yang penting dan maju di wilayah Asia dan bahkan telah dikenal oleh masyarakat di dunia. Selain itu, Korea pun telah dijadikan sebagai tolok ukur perekonomian dunia.Tentunya untuk mencapai suatu keberhasilan ini bukanlah hal yang mudah dan tentunya Korea membutuhkan strategi yang baik dan tepat agar segala tujuan dapat tercapai.

Strategi bisnis Korea
        Korea selatan memperluas  perdagangan dan menempatkan sebagian kepentingan ekonominya di Negara – Negara berkembang dan terbelakang. Tujuannya ialah untuk membuka pasar yang mana negara tersebut belum tersentuh oleh negara – negaralain.Sehingga memudahkan korea dalam memasarkan produknya. Mereka juga menggunakan sistem salesman yaitu mencari pelanggan dan bukan menunggu pedagang.Sehingga mereka di kenal sebagai pebisnis yang aktif.
        Selain itu, bangsa korea dikenal terbuka dalam menerima hal – hal baru yang bersifat positif untuk negaranya, sebab Negara korea tidak pernah ingin menjadi Negara yang tertinggal. Sehingga mereka selalu menyesuaikan diri dengan tuntutan jaman yang ada. Karena mereka beranggapan bahwa Negara yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan jaman maka Negara tersebut akan tertinggal dan perekonomiannya tidak maju.
       Oleh karena itu, bangsa Korea berusaha untuk memperkaya dirinya untuk mempelajari bidang Teknologi informasi (IT) untuk membantunya dalam memasarkan hasil produk – produknyake penjuru dunia karena saat ini perdagangan sudah menggunakan teknologi yang canggih dengan menggunakan layanan internet.Untuk itu, Korea selatan membangun rantai informasi di seluruh Negara agar lebih memudahkannya dalam menjalin komunikasi dengan negar-negara tersebut.Dan saat ini, lebih dari 50 persen penduduk Korea dapat menggunakan internet.
        Korea juga melakukan pembaruan teknologi sesuai dengan tuntutan jaman yang ada. Pembaruan – pembaruan yang dilakukan pun tentunya membutuhkan kreatifitas serta inovasi untuk mengahsilkan produk yang lebih baik dan tentunya sesuai dengan keinginan pasar. Tentunya pemabruan teknologi yang dilakukan pun sesuai dengan kebutuhan manusia yang ada pada saat ini, misalnya dengan cara menambahkan fungsi – fungsi terbaru pada produk pembaruannya. Dengan demikian konsumen akan merasa tertarik dan ingin menggunakan produk dari korea tersebut. Dan ternyata produk korea pun dinilai menarik dan dapat memenuhi  selera konsumen. Sehingga produk keluaran korea akan selalu dinanti – nanti oleh masyarakat.
       Selain itu, terdapat Faktor utama dalam kekuatan teknologi Korea Selatan yaitu terletak pada kualitas produk yang mereka hasilkan. Harga bukanlah penentu kualitas dan teknologi, akan tetapi sebaliknya kualitas dan teknologilah yang menentukan harga suatu barang. Dengan demikian semakin canggih teknologi yang digunakan dan semakin baik kualitasnya maka harga produk tersebut akan semakin tinggi.
     Selain itu, untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomiannya saat ini Korea sedang giat – giatnya dalam melaksanakan ekspor, dan sejak awal 1960-an ekspor menjadi elemen penting dalam pembangunan perekonomiannya.Korea juga dikenal berani untuk bersaing dengan Negara – Negara maju sebelumnya seperti Amerika dengan mendirikan pasar – pasar baru di negara – Negara berkembang sampai dengan Negara maju di penjuru dunia.Hal ini menunjukkan bahwa Korea berani mengambil resiko dalam berbisnis.
Dasar – dasar perencanaan pembangunan Korea, diantaranya yaitu:[8]
1.       pembangunan perekonomian harus dicapai melalui industrialisasi.

2.       pembangunan perekonomian harus dicapai dengan kendali pemerintah dan kepemimpinan.
3.       Perusahaan yang dimiliki dan dikelola oleh swasta, dalam kasus investasi yang besar pemerintah dapat ikut mengambil keputusan.
4.       Untuk membiayai investasi, arus masuk modal asing harus di dorong masuk.
5.       Pertumbuhan ekonomi lebih di prioritaskan


Masa Kejayaan Korea Selatan
http://www.Korea.net

Jika di lihat dari lima puluh tahun yang lalu, tak ada yang menyangka bahwa Koreaselatan  sekarang menjadi kekuatan dalam perekonomian yang cukup di segani di kancah internasional. Sebab, produk – produk buatan Korea kini telah menyebar ke berbagai penjuru dunia, misalnya saja seperti mobil produksi Hyundai yang saat ini telah menjalari seluruh pelosok jalan raya di berbagai Negara. Mobil buatan Korea memiliki peminat yang lebih banyak di bandingkan dengan mobil buatan Negara lain di karena kan mobil buatan Korea memiliki desain yang lebih menarik dan mewah. Oleh karena itu, dalam waktu singkat saja mobil Korea tersebut menjadi popular di mata konsumen Korea dan Negara – Negara lain. Seperti Hyundai yang menjadi pesaing utama mobil buatan Jepang.
Berkat keteguhan hati dan doyan kerja yang merupakan salah satu sifat dasar bangsa Korea, perlahan tetapi pasti posisi industri otomotif Kia-Hyundai yang pada tahun 1998 berada pada urutan ke 16 di dunia terus meningkat ke atas hingga pada tahun 2003 yang lalu berhasil menempati urutan ke 7 di dunia, di belakang General Motors, Toyota, Ford, Volkswagen, Daimler-Chrysler dan PGA Peugeut Citroen.[9]
Selain itu, pada tahun 2012 penjualan smart phone Samsung mampu menggeser  penjualan Apple di beberapa Negara. Penjualannya mencapai 56 triliun won. Data riset Strategy analytics mencatat sekitar 700 juta smart phone  yang dikirim sepanjang tahun 2012. Produsen asal Korea ini telah menguasai sekitar 30 persen pangsa pasar global dengan mengirimkan 213 juta unit smart phone.Berkat kesuksesan NegaraKorea dalam perekonomian kini mereka telah melunasi utang – utangnya pada IMF.
Tentunya kesuksesan yang kini rakyatnya rasakan tidaklah mudah untuk mendapatkannya, sebab kesuksesan ini mereka dapatkan dengan perjalan yang sangat panjang serta perjuangan yang begitu besar dalam mengahadapi berbagai rintangan yang saat itu melanda mereka.
Korea selatan telah membuktikan pada dunia bahwa untuk mencapai kemajuan dalam ekonomi maka seluruh bangsa harus berpegang kuat pada tradisi dan warisan budaya bangsanya.

Kesimpulan
Kesuksesan yang tengah dirasakan oleh bangsa Korea merupakan hasil jerih payah atas upaya – upaya yang telah mereka lakukan dengan sungguh – sungguh.  Tentunya kesuksesan tersebut tidaklah mudah untuk di dapatkan, mereka harus melakukan perjuangan yang panjang untuk akhirnya bisa menikmati kesuksesan mereka pada saat ini.
Berbagai upaya yang telah mereka lakukan, tentunya sebagai perwujudan rasa cinta terhadap tanah airnya. Bangsa korea pun dikenal sebagai pekerja yang giat, memiliki semangat baja, rela berkorban untuk negaranya, berani dalam bertindak (melakukan usaha), menghargai budaya serta sejarahnya dan selalu berusaha untuk menjadi yang terdepan. Hal tersebut dapat dilihat dari keberhasilan mereka dalam mengembangkan teknologi yang sudah ada.
Berbagai upaya yang telah bangsa korea lakukan dapat dikatakan sebagai rahasia di balik kesuksesan yang kini tengah mereka rasakan. Dengan keberhasilan yang kini tengah dirasakan bangsa korea, menunjukan kepada seluruh negara di dunia ini bahwa korea mampu terbebas dari kesulitan – kesulitan yang mereka alami dengan menggunakan manajemen serta straegi yang baik. Dan akhirnya mengantar korea sebagai salah satu negara yang menjadi tolok ukur perekonomian bagi beberapa negara di belahan dunia.
Ketika mencapai keberhasilan pun bangsa korea tidak pernah merasa puas, sebab mereka selalu ingin menjadi yang terbaik dan tidak ingin menjadi bangsa yang tertinggal oleh bangsa lain. Pola berpikir bangsa korea sangatlah bagus oleh karena itu, sangat baik apabila bangsa – bangsa lain dapat meniru pola berpikir bangsa korea. Agar dapat mengikuti jejak kesuksesan dari negara yang dikenal sebagai negeri ginseng tersebut.

DAFTAR PUSTAKA                        
Seng, A. Wan. Rahasia Bisnis orang Korea. Jakarta Selatan: Noura Books, 2006.





[1]  Diambil dari http://fe.um.ac.id/wp-content/uploads/2010/01/Wening_51.pdf
[3]Diambil dari Seng, A. Wan.Rahasia Bisnis orang Korea. Jakarta Selatan: Noura Books, 2006.
[4]Diambil dari Seng, A. Wan.Rahasia Bisnis orang Korea. Jakarta Selatan: Noura Books, 2006.
[5]Diambil dari Seng, A. Wan.Rahasia Bisnis orang Korea. Jakarta Selatan: Noura Books, 2006.
[6] Diambil dari http://fe.um.ac.id/wp-content/uploads/2010/01/Wening_51.pdf
[7] Diambil dari http://fe.um.ac.id/wp-content/uploads/2010/01/Wening_51.pdf
[8]  Diambil dari http://fe.um.ac.id/wp-content/uploads/2010/01/Wening_51.pdf
[9]Diambil dari buku Password Menuju Sukses by Sumardi